Kucingku (sebenarnya sih kucingnya Jack) warnanya hitam-putih. Persis seperti tuxedo ataupun pinguin, makanya kelihatan manis sekali. Namanya Sylvi (yang kasih nama si Jack) dan tinggal sama kita sudah sejak di Newport - Oregon. Sylvi di adopsi dari pinggir jalan oleh Jack sekitar bulan April 2001. Sylvi yang waktu itu masih seekor "kitten" (bayi) suka main di halaman kantornya Jack. Karena kurus dan kelaparan, si Jack jadi rasa kasihan sama dia dan akhirnya dibawa pulang.
Padahal saat itu di rumah sudah ada Chen (kucing Persia) dan Guido (Italian Greyhound). Jadilah 3 pets sekaligus di rumah yang kecilnya minta ampun. Tapinya Sylvi, Chen dan Guido hidup rukun, aman dan tenteram.
Sampai akhirnya kita pindah ke California, dengan terpaksa kita harus mencari orang yang mau mengadopsi ke 3 binatang peliharaan yang lucu-lucu ini. Nomor satu yang diadopsi adalah si Chen, karena dia lucu dan disukai orang (padahal sih
Chen kucing yang paling susah diatur dan dipelihara), dia di adopsi oleh salah satu keluarga yang tinggalnya dekat dengan Don dan Sara (orang tuanya Jack) di Siletz. Dan kemudian si Guido dipelihara oleh Cali dan tinggal di rumah ibunya (bekas isterinya Jack). Kasihannya….., tidak ada yang mau pelihara si Sylvi. Sampai waktunya tiba, terpaksa Sylvi dilepas begitu saja dipekarangan condominium kita, dan jadilah dia kucing liar.
Walaupun hidup sebagai kucing liar, dia masih mengenalin Cali kalau kebetulan Cali lagi jalan-jalan didekat condominium yang sudah kosong itu. Sampai akhirnya
saat hari pernikahan Nick dan Brooke, aku dan Jack datang kembali ke Newport bulan Agustus 2003 lalu. Kita pergi naik pesawat ke Portland dan dilanjutkan ke Newport dengan mobil sewaan untuk tinggal selama 3 hari 2 malam di Newport. Saat kita tiba di condo, ternyata Sylvi lagi ada di depan halaman dan langsung lari menghampiri kita. Dia langsung ikut kita ke dalam condo dan tidur semalaman sama kita. Selama 2 malam itu Sylvia tetap tinggal dalam condo dan tidak mau pergi keluar, seakan tau kalau kita akan pergi lagi dan tidak akan kembali.
Nah, saat kita harus bersiap-siap pulang, Sylvi mengeong terus seakan tau bahwa kita akan meninggalkan dia untuk jadi kucing liar lagi. Anehnya dia masuk ke dalam travelling bag dan koper ku dan sepertinya ingin ikut kita. Jack langsung merasa kasihan sama dia, dan aku juga sampai nangis saat harus tinggalin dia sebagai kucing liar lagi. Tapinya apa daya….. kita nggak bisa bawa dia karena kita harus naik pesawat, dan perlu surat-surat dari dokter untuk membawa binatang peliharaan di dalam pesawat udara.
Akhirnya kita membuat perjanjian sama Cali, kalau dia berangkat ke California saat liburan berikutnya (saat itu untuk Haloween) dia bisa membawa Sylvi terbang. Tapi, dia harus segera mengadopsi Sylvi untuk tinggal di rumahnya sampai saat liburan tiba nanti. Cali langsung setuju dan langsung pergi mencari si
Sylvi. Begitu dapat, langsung Sylvi dibawa pulang ke rumahnya dan tinggal disana selama 2 bulan. Kim (mantan isterinya Jack) bawa Sylvi ke dokter untuk mendapatkan vaksinasi (sekitar 5 macam) untuk keperluan dokumen penerbangannya. Kita di California memesan tiket pesawat untuk Cali dan juga untuk Sylvi. Kita juga membeli "pet taxi" yaitu semacam tas jinjing untuk binatang peliharaan saat mereka travelling. Dalam pet taxi itu Sylvi terlihat nyaman dan dia tetap punya kontak dengan Cali karena Cali tetap bisa mengelus-elus badannya selama perjalanan. Cali juga menyiapkan cat snacks dan makanannya selama perjalanan.
Tepatnya tanggal 30 Oktober 2003 Cali dan Sylvi datang melalui John Wayne Airport. Sylvi kelihatan stress selama perjalanan karena dia lihat banyak orang disekitarnya. Banyak juga orang yang ingin melihat dan mengelusnya selama perjalanan, bahkan didalam pesawat. Aku dan Jack sudah membuat persiapan kedatangan Sylvi. Kita beli cat litter box, yaitu wc nya yang berupa kotak dan diisi dengan pasir khusus (anti bakteri dan odor),
scratching post yaitu semacam papan kardus berlubang kecil untuk menggaruk / mengasah kuku kucing - supaya dia tidak merusak furniture dan barang lainnya di dalam rumah, tempat makanannya, mainan dan juga tempat minum elektrik yang menyediakan air minum yang mengalir setiap saat (supaya tetap segar). Pokoknya seperti persiapan kedatangan bayi yang baru lahir saja deh!
Begitu Cali dan Sylvi sampai di airport kita langsung pulang. Selama perjalanan Sylvi mengeong terus karena stress berat di dalam pet taxi nya. Sampai di rumah
langsung kita lepas di ruang tamu, dia langsung pergi kesekeliling rumah untuk memeriksa rumah barunya. Begitu sampai didepan cat litter box nya, langsung deh dia pakai. Dia juga senang dengan scratching post nya dan juga mainan tikus-tikusannya.
Nggak sampai 15 menit dia sudah kelihatan betah di rumah barunya dan makan makanannya dengan lahap. Sejak itulah si Sylvi yang tadinya Oregonian menjadi Californian.
Sylvi terlihat lebih happy di apartment kita di Ladera Ranch. Kalau pagi dia suka nongkrong di patio sambil menikmati matahari dan seharian dia bisa bermain di ruang tamu, ruang makan, dapur dan kadangkala dia juga suka tiduran di kamar tidur. Dia benar-benar kucing yang baik dan imut dan lucu. Dulu, waktu Mama
datang, Mama suka membiasakan kasih keju Kraft ke Sylvi. Sejak itu dia jadi keranjingan keju. Dia nggak suka makan ikan ataupun makanan yang lainnya selain makanan kucingnya. Hanya saja dia sangat tergila-gila denganes krim vanilla, susu dan keju. Aneh khan?
Sylvia sudah seperti anakku….. she’s my baby! Yang tadinya aku nggak suka sama kucing, eh malah sekarang aku jatuh cinta banget sama Sylvi. Sylvi, my pretty kitty, with her hanging belly and tuxedo color…… I love you so much! You are the cutest kitty I ever have in my life.